# Risalah Mujahidin Online > Berterus Terang Dengan Kebenaran ## Posts - [Tafsir Ayat: Kemaksiatan Lemahkan Masyarakat dan Timbulkan Kerusakan Fatal](https://risalahmujahidin.com/tafsir-ayat-kemaksiatan-lemahkan-masyarakat-dan-timbulkan-kerusakan-fatal/): Allah SWT berfirman: أَلَمْ يَرَوْا كَمْ أَهْلَكْنَا مِن قَبْلِهِم مِّن قَرْنٍ مَّكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِ مَا لَمْ نُمَكِّن لَّكُمْ وَأَرْسَلْنَا السَّمَاءَ عَلَيْهِم مِّدْرَارًا وَجَعَلْنَا الْأَنْهَارَ تَجْرِي مِن تَحْتِهِمْ فَأَهْلَكْنَاهُم بِذُنُوبِهِمْ وَأَنشَأْنَا مِن بَعْدِهِمْ قَرْنًا آخَرِينَ “Apakah orang-orang kafir Quraisy tidak mau memikirkan berapa banyak generasi yang kafir sebelum mereka telah Kami binasakan? Wahai kaum kafir Quraisy, kalian belum pernah Kami beri kekuasaan seperti mereka, padahal generasi-generasi kafir dahulu telah Kami berikan kekuasaan di muka bumi. Kami kirim hujan lebat dari langit kepada mereka, dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka. Tetapi mereka tidak mau bersyukur kepada Allah, karena itu Kami […] - [Toleransi Islam Terhadap Non Islam](https://risalahmujahidin.com/toleransi-islam-terhadap-non-islam/): Oleh: Al-Ustadz Muhammad Thalib TELAH BERLALU zaman ketika kaum Muslimin pernah menjadi pihak yang menang, kemudian memerintah kaum Nasrani dan Yahudi secara adil. Dalam sejarah, kita belum pernah mengenal kebijaksanaan seperti yang pernah dilakukan pemerintahan Islam pada masa dahulu, yaitu kebijaksanaan yang didasarkan pada syariat Islam. Demikianlah yang dilakukan oleh Khalifah Umar bin Khaththab RA pada masa awal pemerintahannya. Ia mengutus Ya’laa bin Umayyah ke Najran untuk memindahkan kaum Nasrani dari negeri itu. Alasannya, karena Rasulullah SAW telah bersabda: لَا يَجْتَمِعُ دِينَانِ فِي جَزِيرَةِ الْعَرَبِ “Di Jazirah Arabia jangan sampai ada dua agama berkumpul (di satu tempat).” Kaum Muslimin hendak […] - [Mengenal Agen Mossad Dalam Gerakan Islam](https://risalahmujahidin.com/mengenal-agen-mossad-dalam-gerakan-islam/): FAKTA ini tentu amat mengejutkan, bahkan sulit dipercaya. Betapa kelompok Salafy yang selama ini dikenal sebagai kelompok Islam yang berdakwah untuk Ihyaus Sunnah (menghidup-hidupkan sunnah Nabi SAW), gerakan dakwah mereka ternyata didanai oleh jaringan intelejen Israel, Mossad. Tujuannya untuk menimbulkan fitnah dan perpecahan di kalangan kaum Muslim. Badan intelejen Palestina mengijinkan harian Al-Hayat dan Televisi Libanon, LBC, untuk mewawancarai orang-orang Palestina yang menjadi agen Mossad, dan sekarang ditawan oleh pemerintah Palestina. Mereka telah menyebabkan terbunuhnya sejumlah Mujahidin. Dalam sebuah wawancara, salah seorang agen mengungkapkan cara perekrutan mereka serta peranan yang mereka lakukan dalam memantau para mujahidin dan memicu fitnah lewat […] - [Taat Kepada Allah Melahirkan Kejujuran dan Rasa Aman](https://risalahmujahidin.com/taat-kepada-allah-melahirkan-kejujuran-dan-rasa-aman/): Oleh Al-Ustadz Muhammad Thalib Amir Majelis Mujahidin Risalahmujahidin.com – Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ أُولَٰئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ (71) “Kaum mukmin laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka mengajak berbuat kebajikan, mencegah kemungkaran, melakukan shalat, mengeluarkan zakat, dan menaati Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu adalah orang-orang yang akan mendapat rahmat dari Allah. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa untuk menolong kaum mukmin lagi Mahabijaksana dalam memberikan pertolongan.” [QS. At-Taubah, 9: 71] لَيْسَ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا […] - [Musibah Akibat Maksiat](https://risalahmujahidin.com/musibah-akibat-maksiat/): Firman Allah Subhanahu wa ta’ala: ‏فَارْتَقِبْ يَوْمَ تَأْتِي السَّمَاءُ بِدُخَانٍ مُّبِينٍ [10] يَغْشَى النَّاسَ هَذَا عَذَابٌ أَلِيمٌ [11] رَبَّنَا اكْشِفْ عَنَّا الْعَذَابَ إِنَّا مُؤْمِنُونَ [12] “Wahai Muhammad, tunggulah datangnya ancaman Tuhanmu sampai saat langit mengeluarkan asapnya dengan jelas. Asap langit itu kelak membinasakan manusia. Itulah adzab yang sangat pedih. Orang-orang kafir kelak akan berseru: “Wahai Tuhan kami, selamatkanlah kami dari adzab ini. Sungguh kami sekarang mau beriman.” (Qs. Ad-Dukhan [44]:10-12) Risalahmujahidin.com – Setiap tahun Indonesia dilanda kebakaran hutan dan kabut asap. Tapi tahun ini polusi udara yang disebabkan kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan tercatat sebagai yang terparah. Ilmuwan NASA meyakini, situasi […] - [Sidang HAM PKI Bukti Kebodohan Sejarah](https://risalahmujahidin.com/sidang-ham-pki-bukti-kebodohan-sejarah/): Risalahmujahidin.com – Penumpasan PKI oleh umat Islam bersama TNI akibat pemberontakan G 30 S/PKI, 1965, kini direkayasa menjadi kasus pelanggaran HAM. Sejak Selasa (10/11/15) sampai Jumat (13/11/15), International People’s Tribunal atau pengadilan rakyat mulai digelar di Den Haag, Belanda. Ada saja cara simpatisan PKI mencari sensasi. Gagal memperalat Presiden Jokowi menggunakan momentum peringatan HUT RI Agustus 2015, tak menyurutkan niat mereka menggugat pemerintah RI. Minim simpati dalam negeri, mereka menggunakan bantuan asing. “Saat diskusi film Jagal bersama Joshua Oppenheimer di Den Haag pada 22 Maret 2013, kami bersepakat akan memberikan tekanan internasional kepada pemerintah Indonesia,” ujar Nursyahbani Katjasungkana, koordinator sekretariat International People’s Tribunal […] - [Demokrasi Perwakilan Rakyat Iblis](https://risalahmujahidin.com/demokrasi-perwakilan-rakyat-iblis/): Risalahmujahidin.com – Dewasa ini, ingkar janji telah menjadi tradisi para pejabat Negara, baik eksekutif, yudikatif, maupun legislatif. Sejak pencalonan hingga terpilih, mereka cenderung obral janji. Tradisi ingkar janji, sejatinya disumbangkan oleh sistem politik demokrasi yang memilih pemimpin dengan menihilkan peran agama. Tidak pula berdasarkan kapasitas, profesionalitas, serta kredibilitas. Namun, lebih didasarkan pada popularitas, dan siapa yang banyak memiliki kapital alias modal fulus. Disinilah awal terjadinya janji-janji palsu yang pada akhirnya diingkari. Akibat dari pejabat ataupun pemimpin yang suka ingkar janji adalah kehancuran tata kehidupan masyarakat, baik moral, sosial, politik, ekonomi, dan lain-lain. Nasib rakyat Indonesia yang terus menerus di landa […] - [Risalah Mujahidin Edisi 43: Parlemen Setan](https://risalahmujahidin.com/risalah-mujahidin-edisi-43-parlemen-setan/): “Ketika orang-orang kafir dan iblis berada di neraka, mereka saling menyalahkan: Demi Allah, sungguh di dunia dahulu kita semua benar-benar sesat. Wahai iblis, ketika di dunia kami mengikuti kamu seperti orang-orang mukmin menaati Allah, Tuhan penguasa seluruh alam. Yang menyesatkan kami di dunia dahulu hanyalah setan dan para pemimpin kami yang kafir. Mengapa sekarang tidak ada seorang pun yang mau menolong kami? Bahkan teman akrab kami pun tidak ada yang mau menolong kami. Alangkah baiknya sekiranya kami dapat kembali ke dunia sekali lagi, lalu kami menjadi orang-orang yang beriman.” (Qs. Asy-Syua’ara [26):96-102) Risalahmujahidin.com – Suasana konflik di kalangan penghuni neraka di […] - [Menangkal Aksi Kader PKI](https://risalahmujahidin.com/menangkal-aksi-kader-pki/): Oleh Drs. Alfian Tanjung, M.Pd* “Jika saya mati, bukan berarti PKI ikut mati. Tidak sama sekali tidak. Walaupun PKI sekarang sudah rusak berkeping-keping, saya yakin ini hanya sementara, dan dalam proses sejarah, nanti PKI akan tumbuh kembali. Sebab PKI adalah anak zaman, yang dilahirkan oleh zaman.” (Sudisman, CC-PKI, dalam sidang Mahmilub, 1967) Risalahmujahidin.com – DALAM kurun waktu 45 tahun keberadaan Partai Komunis Indonesia (PKI), terdapat dua peristiwa besar yang mengganggu pemikiran bangsa Indonesia. Yaitu, pemberontakan PKI 18-19 September 1948 di Madiun dengan tokoh utamanya Musso. Kemudian, Gerakan 30 September 1965 atau Kudeta Dewan Revolusi 1 Oktober 1965 yang didalangi oleh […] - [Pilihan Hidup](https://risalahmujahidin.com/pilihan-hidup/): Oleh Ustadz Irfan S. Awwas Orientasi pemerintahan di banyak negeri Muslim belum berubah, yaitu marginalisasi Syariat Islam secara politik dan konstitusional. Mengikuti orientasi pemerintahan sekuler, yang memisahkan agama dan Negara. “Jangan membawa urusan agama dalam kehidupan bernegara. Sebab, agama urusan pribadi sedangkan negara urusan publik,” kata mereka. Akibatnya, sekalipun populasi umat Islam mayoritas di banyak Negara, bahkan mayoritas mutlak, tetapi Syariat Islam yang seharusnya menjadi aturan kehidupan mereka tidak boleh diterapkan. Keinginan untuk melaksanakan Syariah Islam di lembaga Negara dianggap sebagai pemaksaan kehendak dari mayoritas intoleran. Sehingga kaum Muslimin, terpaksa atau dipaksa, diatur dengan aturan serta undang-undang yang tidak diridhai […] - [Resolusi Jihad Hari Santri Nasional](https://risalahmujahidin.com/resolusi-jihad-hari-santri-nasional/): Risalahmujahidin.com – Presiden Joko Widodo meresmikan Hari Santri Nasional (HSN) di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Kamis 22 Oktober 2015. Tampak hadir Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Ketua MUI Ma’ruf Amin, Ketua PBNU Said Aqil Siraj dan tentu saja beribu santri yang memadati areal kawasan Istiqlal yang datang dari berbagai daerah. Dalam amar sambutannya Jokowi menyatakan, “Saya meyakini penetapan Hari Santri Nasional tak akan menciptakan sekat-sekat sosial di antara para santri. Sebaliknya,akan mempertebal semangat cinta Tanah Air. Semangat keberagaman, semangat menjadi santri untuk Indonesia,” katanya. “Sejarah mencatat, saya ulangi, sejarah mencatat, para santri telah mewakafkan hidupnya untuk kemerdekaan Indonesia. Para santri […] - [Politik Kadal Ala Jokowi](https://risalahmujahidin.com/politik-kadal-ala-jokowi/): Risalahmujahidin.com – Pada awal kekuasaannya, Presiden dan Wakil Jokowi-JK mengobral janji dengan menjual gagasan nawacita atau enam cita-cita yang dianggap bisa menjadi lampu aladin, yang bekerja secara bim salabim menangani Indonesia yang lagi terpuruk setelah dipimpin oleh SBY selama 10 tahun. Dimasa Pilpres 2014, lawan politik Jokowi-JK, Prabowo-Hatta Rajasa dicitrakan sebagai kelompok borjuis-kapitalis. Sebaliknya, Jokowi-JK dicitrakan sebagai kebangkitan rakyat tertindas, sehingga popularitasnya menjulang dan terpilih sebagai penguasa negara. Namun, setahun setelah memegang tampuk kekuasaan, (20 Oktober 2014-20 Oktober 2015) kebijakan penguasa baru, dirasakan oleh rakyat Indonesia kondisi yang lebih sulit untuk memperoleh nafkah yang layak bagi kehidupan mereka. Hal ini […] - [Risalah Mujahidin Edisi 42: Presiden Ingkar Janji](https://risalahmujahidin.com/risalah-mujahidin-edisi-42-presiden-ingkar-janji/): Setahun Berkuasa Presiden Jokowi Ingkar Janji Risalahmujahidin.com – Allah berfirman, “Mengapa kalian berkata akan berbuat sesuatu yang baik, tetapi ternyata tidak kalian lakukan? Sungguh amat besar murka Allah terhadap kalian karena tidak melakukan perbuatan baik yang telah kalian katakan itu.” (Q.s. Ash-Shaf [61]: 2-3) Rasulullah Saw bersabda, “Tanda-tanda orang munafik ada tiga macam, yaitu apabila ia berbicara berdusta, apabila berjanji ingkar, dan apabila dipercaya khianat.” (H.r. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah) Baru setahun berkuasa, pemerintahan Jokowi-JK yang diusung Kabinet Indonesia Hebat (KIH), sudah menuai protes rakyat Indonesia atas kinerjanya yang buruk, dan janji yang diingkari. Pada Januari 2015 MUI […] - [Risalah Mujahidin Edisi 41: Berkah Ilahy Para Syuhada Haji](https://risalahmujahidin.com/risalah-mujahidin-edisi-41-berkah-ilahy-dari-para-syuhada-haji/): Risalah Mujahidin – “Saya mau saja mati kejatuhan crane didekat ka’bah, di Mekah,” kata Nurlela Syarief, seorang ibu setengah baya di Bekasi. Ungkapan itu meluncur dari lisannya, setelah merenungi musibah crane yang menimpa ratusan jemaah haji di Mekah Almukarromah beberapa hari lalu, dan belasan jamaah haji asal Indonesia mati syahid di Tanah Haramain. Selain mendapat ‘karunia’ meninggal di Mekah, apalagi di dekat Ka’bah, juga bakal mendapat santuan dari raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz al-Saud yang menjanjikan kepada para korban mendapatkan santuan Rp 3,8 milyar dan atau paling tidak Rp 1,9 milyar. Bagi Ibu Nurlela Syarief, dan beribu atau bahkan […] - [Makar Syi’ah Pemicu Musibah Mina](https://risalahmujahidin.com/makar-syiah-pemicu-musibah-mina/): Oleh Ustadz Irfan S Awwas Ketua Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin Risalah Mujahidin – Dalam terminologi Islam, musibah artinya semua bencana yang menimpa dan dibenci manusia, berdasarkan sabda Rasulullah Saw, “Setiap perkara yang menyakiti manusia adalah musibah.” Kata musibah disebutkan pada sepuluh ayat di berbagai surat Al-Qur’an, dan semuanya bermakna kemalangan, musibah, dan bencana yang dibenci manusia. Namun demikian, musibah tidak akan menimpa seseorang kecuali atas izin Allah Swt. Allah Swt berfirman: “Apa saja bencana yang menimpa seseorang hanyalah terjadi dengan izin Allah. Siapa saja yang beriman kepada Allah, pasti hatinya akan mendapat hidayah. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Qs. At-Taghâbun [64]: […] - [Al-Hadits: Membantu Mengatasi Kesulitan Hidup Sesama](https://risalahmujahidin.com/al-hadits-membantu-mengatasi-kesulitan-hidup-sesama/): Oleh Al-Ustadz Muhammad Thalib Amir Majelis Mujahidin Risalah Mujahidin – Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW ia bersabda: مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا ، نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ ، يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا ، سَتَرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ، وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ ، مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ ، وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا ، سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ ، وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ ، يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ ، وَيَتَدَارَسُونَهُ […] - [Keanggunan Jilbab](https://risalahmujahidin.com/keanggunan-jilbab/): Risalah Mujahidin – SEORANG lelaki Inggris bertanya, “Kenapa dalam Islam wanita tidak boleh jabat tangan dengan lelaki?” Syekh menjawab, “Dapatkah Anda berjabat tangan dengan Ratu Elizabeth?” Lelaki Inggris itu menjawab, “Oh, tentu tidak boleh! Cuma orang-orang tertentu saja yang dapat berjabat tangan dengan Ratu.” Syekh tersenyum dan berkata, “Wanita-wanita kami (kaum Muslimin) adalah para ratu, dan ratu tidak boleh berjabat tangan dengan lelaki sembarangan, yang bukan mahramnya.” Lalu si Inggris bertanya lagi, “Tapi kenapa perempuan Islam menutupi tubuh dan rambut mereka?” Syekh tersenyum dan mengeluarkan dua buah cokelat. Ia membuka yang pertama, dan membiarkan satunya terus. Dia melemparkan keduanya ke lantai […] - [Al-Hadits: Menolong Orang Miskin](https://risalahmujahidin.com/al-hadits-menolong-orang-miskin/): Oleh Al-Ustadz Muhammad Thalib Amir Majelis Mujahidin Risalah Mujahidin – Dari Abu Hurairah RA, ia berkata, Nabi SAW bersabda: لَيْسَ الْمِسْكِينُ الَّذِي تَرُدُّهُ التَّمْرَةُ وَالتَّمْرَتَانِ ، وَلَا اللُّقْمَةُ وَلَا اللُّقْمَتَانِ ، إِنَّمَا الْمِسْكِينُ الَّذِي يَتَعَفَّفُ . “Orang miskin itu bukannya orang yang tidak memperoleh sebiji atau dua biji kurma, sesuap atau dua suap makanan, tetapi orang miskin itu hakikatnya ialah orang yang tidak menjaga kehormatan dirinya dari meminta-minta.” (Hr. Bukhari dan Muslim) Dalam riwayat lain, dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, Abu Hurairah RA berkata bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: لَيْسَ الْمِسْكِينُ الَّذِي يَطُوفُ عَلَى النَّاسِ تَرُدُّهُ اللُّقْمَةُ وَاللُّقْمَتَانِ ، وَالتَّمْرَةُ […] - [Kisah Debat Nabi Saw Dengan Kaum Nasrani](https://risalahmujahidin.com/kisah-debat-nabi-saw-dengan-kaum-nasrani/): Risalah Mujahidin – Suatu ketika, utusan kaum Nasrani Najran berjumlah 60 orang mendatangi Rasulullah SAW. Di antara mereka terdapat 14 orang pemuka agama, dan tiga di antaranya adalah orang yang paling dimuliakan di kalangan mereka, yaitu: Al-‘Aqib, sebagai pemimpin kaum dan pemimpin musyawarah, hasil keputusan musyawarah tidak keluar kecuali dari pendapatnya, bernama Abdul Masih. As-Sayyid, imam dan pemimpin perjalanan, namanya Aiham. Abu Haritsah bin Al-Qamah, dia adalah uskup, pendeta. Abu Harisah ini orang yang mulia, dia telah mempelajari kitab-kitab Nasrani hingga mencapai puncak ilmu dalam agama mereka. Bahkan Raja Romawi menghormatinya, menjadikan dia sebagai junjungan dan mendirikan gereja untuknya sebab […] - [Inilah Penyebaran Syiah Di Indonesia](https://risalahmujahidin.com/inilah-penyebaran-syiah-di-indonesia/): Ulasan tentang penyebaran Syiah di Indonesia ini berasal dari materi kajian Prof. DR. Yunahar Ilyas, MA, yang disampaikan pada Majelis I’tikaf di Masjid Abu Bakar, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Jogjakarta, Jum’at 10 Juli 2015. Transkrip materi kajian tokoh Muhammadiyah ini dilakukan oleh Boedi Dewantoro, tapi dimuat hanya sebagian saja mengingat halaman yang terbatas. Risalah Mujahidin – Pengaruh ajaran Syiah di Indonesia pernah ada dan itu sudah lama, tetapi relatif lebih bersifat kultural, tidak ideologis. Sejak meletusnya Revolusi Iran tahun 1979, doktrin dan ajarannya berbeda, sekarang lebih kental ideologi dan revolusinya. Sejak saat itu mulailah beredar buku-buku terjemahan karya ulama […] - [Mengapa Kyai Aswaja Membenci Wahabi?](https://risalahmujahidin.com/mengapa-kyai-aswaja-membenci-wahabi/): Muhammad Karyono Ketika isu terorisme kian dihunjamkan ke jantung pergerakan Umat Islam agar iklim pergerakan dakwah terkapar lemah tak berdaya. Istilah Wahabi menjadi salah satu paham yang distigma sebagai radikal, bahkan hal itu dilakukan oleh kalangan ustadz dan kyai yang berasal dari tubuh Umat Islam sendiri. Sejumlah buku propaganda pun diterbitkan untuk menghantam pergerakan yang dituding Wahabi, di antaranya buku provokatif berjudul “Sejarah Berdarah Sekte Salafi-Wahabi: Mereka Membunuh Semuanya Termasuk Para Ulama.” Bertubi-tubi, berbagai tudingan dialamatkan oleh alumnus Universitas di Bawah Naungan Kerajaan Ibnu Saud yang berhaluan Wahabi, yaitu Prof. Dr. Said Agil Siradj, MA. Tak mau kalah, para kyai kampung pun ikut-ikutan menghujat siapa pun yang dituding […] - [Al-Hadits: Bila Penguasa Pilih Penjahat Jadi Pejabat](https://risalahmujahidin.com/bila-penguasa-pilih-penjahat-jadi-pejabat/): Oleh Al-Ustadz Muhammad Thalib Amir Majelis Mujahidin Risalah Mujahidin – Rasulullah SAW dianugerahi Allah kemampuan untuk mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan. Nubuwat itu kemudian beliau sampaikan kepada para sahabat melalui hadits-haditsnya. Adakalanya, melalui nubuwat tersebut Rasulullah bukan hanya mengabarkan apa yang akan terjadi kelak, tetapi juga disertai nasihat; baik yang berupa anjuran maupun larangan. Di antara sekian banyak nubuwat itu adalah, akan datangnya suatu zaman ketika para penguasa menjadikan orang-orang jahat sebagai pejabat atau orang kepercayaannya. Selain jahat, mereka juga gemar menunda-nunda pelaksanaan shalat. Sungguh tragis, di negara kita yang ekonominya kian memburuk, rupiah yang kian merosot, […] - [Spirit Takwa Membangun Negara](https://risalahmujahidin.com/spirit-takwa-membangun-negara/): Amir Majelis Mujahidin, Al-Ustadz Muhammad Thalib, sangat piawai menggunakan retorika historis untuk menyegarkan pemahaman ideologis dan politis. Tulisan di bawah ini adalah materi Khutbah Jumat yang disampaikan beliau saat Iktikaf di Masjid Raya Ar-Rasul, Yogyakarta, 23 Ramadhan 1436 H/ 10 Juli 2015 M. Redaksi menyajikannya dalam bentuk artikel secara utuh dengan tambahan data sejarah untuk memperkaya khazanah memori pembaca. Risalah Mujahidin – SEBAGAI MUSLIM, kita mendapatkan amanah dari Allah Rabbul ’Alamin, yaitu amanah untuk melaksanakan syariat Allah SWT, agar kehidupan kita berjalan dengan tertib, terarah dan penuh kedamaian. Jika kehidupan ini kita jalani dengan mengkhianati amanah Allah, niscaya Allah akan menurunkan […] - [Fikih Kebinekaan Sinyal Oportunisme](https://risalahmujahidin.com/fikih-kebinekaan-sinyal-oportunisme/): Oleh: Irfan S Awwas (Ketua Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin) Ambisi Maarif Institue menjadikan Fikih Kebinekaan sebagai panduan praktis umat Islam Indonesia untuk memilih pemimpin non-Muslim, mungkin akan menemui nasib sama dengan buku Fikih Lintas Agama, yang diterbitkan Paramadina (2004). Buku yang mengajak membangun masyarakat inklusif-pluralis itu hilang lenyap, bagai tembakan gas air mata menggelegar, tanpa menyisakan apa pun selain rasa perih di mata dan sesak napas. BERKOLABORASI dengan penerbit Syiah, Mizan, Maarif Institute launching buku berjudul Fikih Kebinekaan: Pandangan Islam Indonesia tentang Umat, Kewargaan dan Kepemimpinan non-Muslim di Gedung PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (20/8/2015). Buku kumpulan tulisan ini […] - [Risalah Mujahidin Edisi 40: Menguatkan NKRI Berlandaskan Tauhid](https://risalahmujahidin.com/risalah-mujahidin-edisi-40-menguatkan-nkri-berlandaskan-tauhid/): Upaya menggembosi perhelatan Parade Tauhid, mulai dari pengunduran diri pengarah acara secara mendadak, para orator yang berjanji hadir tapi tidak hadir tanpa kabar berita. Kemudian, adanya ormas yang menarik dukungannya sambil melihat situasi aman, hingga bungkamnya seluruh media nasional, bahkan aksi provokator. Semuanya gagal. Kesetiaan ratusan ribu kaum Muslimin mewakili umat bertauhid di negeri ini dengan dikawal para mujahid, dan kerinduan untuk bersatu di bawah naungan bendera tauhid, mampu mengalahkan segala muslihat yang tidak bersahabat itu. Risalah Mujahidin – GELOMBANG lautan manusia berpakaian putih-putih seperti laiknya melakukan sa’i, berzikir menyesaki sepenuh jalan protokol di sepanjang Jalan Sudirman, dari Pintu 7 […] - [Risalah Mujahidin Edisi 39: Bubarkan Gereja Injili, Agen Israel Indonesia](https://risalahmujahidin.com/risalah-mujahidin-edisi-39-bubarkan-gereja-injili-agen-israel-indonesia/): Nama GIDI (Gereja Injili Di Indonesia) mendadak populer setelah gerombolan massa dari jemaatnya secara berutal membakar Masjid di Tolikara, Papua. Pembakaran yang bertepatan dengan shalat Idul Fitri itu sontak menuai protes dari seluruh nusantara, bahkan dari masyarakat internasional. Tuntutan pembubaran GIDI juga tak dapat dielakkan, karena misi sparatisme dan bertindak sebagai agen Israel di Indonesia. Risalah Mujahidin – INDIKASI adanya kerjasama Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Tolikara Papua dengan negara zionis Israel merupakan fakta yang tidak terbantahkan lagi. Hal itu diperkuat dengan ditemukannya link kesepakatan kerjasama antara GIDI dengan Israel di situs resmi GIDI. Dilansir dari laman Pusatgidi.org, organisasi tersebut terdaftar secara resmi […] - [Khutbah ‘Idul Fitri 1436 H: Darimana Kita Mulai Perbaikan Indonesia](https://risalahmujahidin.com/khutbah-idul-fitri-1436-h-darimana-kita-mulai-perbaikan-indonesia/): Oleh Ustadz Irfan S. Awwas Ketua Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin الْحَمْدُ للهِ الَّذِي هَدَانَا لِهٰذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللهُ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلٰهَ إلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ . يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ [آل عمران] . أَمَّا بَعْدُ؛ Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah الله أكبر الله أكبر و لله الحمد Segala ungkapan puji dan syukur kita ditujukan hanya kepada Allah, Tuhan yang telah memberi hidayah Islam kepada kita. Sekiranya kita tidak mendapatkan hidayah dari Allah, niscaya kita akan tersesat. Shalawat dan Salam […] - [Ramadhan Bersama Al-Qur’an](https://risalahmujahidin.com/ramadhan-bersama-al-quran/): Oleh Ustadz Ahmad Isrofiel Mardlatillah شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ… (185) “Pada bulan Ramadhan, Al-Qur’an diturunkan …” [Al-Baqarah, 2: 185] Risalah Mujahidin – Manakah yang lebih dulu, diwahyukan-Nya Al-Qur’an ataukah kewajiban puasa Ramadhan? Menurut kronologi historisnya, Al-Qur’an duluan diturunkan baru kemudian puasa Ramadhan disyari’atkan. Pada tahun kedua sesudah hijrahnya Nabi Muhammad Saw ke Madinah, barulah puasa Ramadhan diwajibkan Istimewanya Ramadhan, sampai-sampai Al-Qur’an diturunkan pada bulan itu. Firman Allah dalam surah Ad-Dukhan (44) ayat 3: “Sungguh Kami turunkan Al-Qur’an ini pada malam yang berbarakah…” Ditegaskan lagi pada surah Al-Qadr, Allah turunkan Al-Qur’an di malam Al-Qadr, malam yang lebih baik dari […] - [Risalah Mujahidin Edisi 38: Fatwa MUI; Pemimpin Ingkar Janji Haram Ditaati](https://risalahmujahidin.com/risalah-mujahidin-edisi-38-fatwa-mui-pemimpin-ingkar-janji-haram-ditaati/): Inilah fatwa terbaru Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang kepemimpinan. “Haram hukumnya menaati pemimpin yang mengingkari janjinya.”. Lahir dari hasil Ijtima’ Ulama se-Indonesia di Tegal. Dalam Al-Qur’an diperintahkan, “Wahai kaum Mukmin, penuhilah semua janji kalian.” (Q.s. Al-Ma`idah [5]: 1) Risalah Mujahidin – ALUNAN SUARA tahlil bergema memecah suasana—dan  mempersatukan  ulama  dan cendekiawan Muslim—pada  acara penutupan Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia Ke-5 yang berlangsung di Pondok Pesantren At-Tauhidiyah, Selasa (9/6/2015). Gelaran Ijtima Ulama yang diprakarsai MUI selama tiga hari, 7-10 Juni lalu itu akhirnya ditutup Wakil Ketua MUI  Dr. K.H. Ma’ruf Amin dengan menghasilkan beberapa Fatwa. Plus gelaran wayang santri yang didalangi […] - [Rasulullah Saw Menangisi Nasib Kaum Wanita](https://risalahmujahidin.com/rasulullah-saw-menangisi-nasib-kaum-wanita/): Artikel ini bukan untuk memojokkan kaum wanita atau menakut-nakuti tapi semata mata untuk saling mengingatkan. Semoga menjadi pelajaran bagi kita semua. Risalah Mujahidin – Suatu ketika Ali bin Thalib bersama Fatimah, mendatangi Rasulullah SAW  dan melihat beliau sedang menangis. Lalu dia bertanya mengapa Rasulullah SAW menangis. Beliau menjawab; “Pada malam aku di-isra’-kan, aku melihat perempuan-perempuan sedang disiksa dengan berbagai siksaan di dalam neraka. Itulah sebabnya mengapa aku menangis. Karena menyaksikan mereka disiksa dengan sangat berat dan mengerikan.” Putri Rasulullah SAW itu, kemudian menanyakan apa yang dilihat ayahandanya. “Aku lihat ada perempuan digantung rambutnya, otaknya mendidih. Aku lihat perempuan digantung lidahnya, […] - [Al-Hadits: Mengantisipasi Tipu Daya Dunia](https://risalahmujahidin.com/mengantisipasi-tipu-daya-dunia/): Oleh Ustadz Muhammad Thalib Risalah Mujahidin – Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam bersabda: لَوْ رَأَيْتُمُ الْاَجَلَ وَمَسِيْرَهُ لَاَبْغَضْتُمُ اْلاَمَلَ وَغُرُوْرَهُ ، وَمَا مِنْ أَهْلِ بَيْتٍ إِلاَّ وَمَلَكُ الْمَوْتِ يَتَعَاهَدُهُمْ فِي كُلِّ يَوْمٍ مَرَّتَيْنِ ، فَمَنْ وَجَدَهُ قَدِ انْقَضَى أَجَلُهُ قَبَضَ رُوْحَهُ ، فَإِذَا بَكَى أَهْلُهُ وَجَزَعُوْا قَالَ :لِمَ تَبْكُوْنَ ؟ وَلمَ تَجْزَعُوْنَ ؟ فَوَ اللهِ مَا نَقَصْتُ لَكُمْ عُمُرًا وَلاَ حَبَسْتُ لَكُمْ رِزْقًا ! مَا لِي ذَنْبٌ ، وَإِنَّ لِي فِيْكُمْ لَعَوْدَةٌ ثُمَّ عَوْدَةٌثُمَّ عَوْدَةٌ حَتَّى لاَ أُبْقِي مِنْكُمْ أَحَدًا . (الديلمي – عن زيد بن ثابت) “Sekiranya kalian dapat melihat jarak antara ajal dengan diri kalian, pasti kalian membenci angan-angan […] - [Al-Hadits: 4 Rakaat Dhuha Menjamin Keselamatan Sampai Sore Hari](https://risalahmujahidin.com/4-rakaat-dhuha-menjamin-keselamatan-sampai-sore-hari/): Oleh Ustad Muhammad Thalib Risalah Mujahidin – Dari Abu Darda Radhiallahu ‘anhu ujarnya, Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam bersabda, Allah Ta’ala berfirman: يَابْنَ آدَمَ ، صَلِّ لِي أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ أَكْفِكَ آخِرَهُ . “Wahai anak Adam, shalatlah 4 rakaat untuk-Ku pada waktu Dhuha, maka Aku akan memberikan jaminan yang cukup kepadamu sampai akhir hari itu.” (HR. At-Tirmidzi, Ahmad, Abu Nu’aim, Al-Haitsami. Ahmad meriwayatkan hadits ini dengan rawi-rawi kepercayaan. Tetapi At-Tirmidzi mengatakan hadits ini hasan) Penjelasan Shalat Dhuha dikerjakan pada permulaan siang yaitu antara pukul 7 pagi sampai dengan 11 siang. Orang yang mengerjakan shalat Dhuha pada awal siang, maka […] - [Apakah Tuhan Benar-Benar Ada?](https://risalahmujahidin.com/apakah-tuhan-benar-benar-ada/): Risalah Mujahidin – Apakah Tuhan benar-benar ada? Atheis meyakini bahwa Tuhan tidak ada. Al-Qur`an mengatakan bahwa Tuhan benar-benar ada. Manakah yang benar? Sebelum pembahasan berlanjut sebaiknya kita samakan persepsi tentang istilah Tuhan. Dalam kajian mengenai keberadaan Tuhan, kata yang dipakai adalah kata Rabb (Yang Menciptakan Alam Semesta), bukan kata Ilah (sesembahan). Kenapa demikian? Karena kalau Ilah (sesembahan) itu banyak sekali, seperti yesus, uzair, dewa syiwa, latta, uzza, manata, dan banyak lagi ilah-ilah yang lain bahkan hampir setiap bangsa memiliki sosok ilah (sesembahan) masing masing. Dalam kaitan ini pembahasan kita khususkan, apakah Rabb/ Tuhan, Yang Menciptakan Alam Semesta itu benar-benar ada? Bagaimana penjelasannya? Atheis yang menolak eksistensi Tuhan, […] - [Ragam Rezeki dari Allah](https://risalahmujahidin.com/ragam-rezeki-dari-allah/): Oleh Ustadz Ahmad Isrofiel Mardlatillah Risalah Mujahidin – Rezeki maknanya, pemberian dari Allah. Setiap mukmin tak perlu merasa takut diperlakukan zalim di akhirat, tak usah khawatir akan dikurangi pahalanya. Garansi Ilahiyah dalam firman-Nya: وَعَنَتِ الْوُجُوهُ لِلْحَيِّ الْقَيُّومِ ۖ وَقَدْ خَابَ مَنْ حَمَلَ ظُلْمًا (111) وَمَن يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَا يَخَافُ ظُلْمًا وَلَا هَضْمًا (112) “Pada hari kiamat, wajah-wajah manusia terlihat letih, merunduk di hadapan Tuhan Yang Mahahidup lagi Maha Pengatur. Sungguh celaka orang yang berbuat syirik sampai matinya. Karena itu, siapa saja yang beramal shalih atas dasar keimanan, dia tidak akan merasa takut diperlakukan zalim di akhirat dan dikurangi […] - [Kasih Sayang Khalifah Umar Pada Rakyatnya](https://risalahmujahidin.com/kasih-sayang-khalifah-umar-pada-rakyatnya/): Risalah Mujahidin – Menyebut nama Umar bin Khaththab, nalar kita begitu refleks membayangkan sosok pemimpin yang tegas, adil, dan karismatik. Ditambah perawakan Umar yang tinggi-besar dan bersuara lantang. Menjadikan figurnya seolah-olah pemimpin di kisah-kisah dongeng yang begitu ideal. Ya, Umar memang seorang yang adil. Dia juga tegas. Dan dia berhasil memakmurkan rakyatnya. Ah… kiranya Umar hadir di zaman sekarang, harap sebagian orang sebagai keluh keputus-asaan akan sosok pemimpin idaman. Sementara pemimpin yang muncul di negeri kita, bukan saja tak peduli pada nasib rakyatnya, bahkan menjerumuskan rakyat dalam kesengsaraan. Kita bersyukur banyak kaum muslimin mencintai sosok Umar. Mereka mencintai sahabat Nabi […] - [Komunis Berkedok Agama Liberal](https://risalahmujahidin.com/komunis-berkedok-agama-liberal/): Oleh Al-Ustadz Muhammad Thalib Risalah Mujahidin – PADA dekade 80-an terjadi kehebohan di Amerika Serikat. Ketika itu muncul sekte Kristen dengan label Children of God. Sekte ini mempunyai doktrin bahwa setiap orang Kristen adalah anak Tuhan, bukan hanya Yesus saja. Mereka juga menolak otoritas kependetaan yang memberikan sakramen dan doktrin penebusan dosa. Children of God (COG) sempat berganti nama menjadi Family of Loves (Keluarga Kasih),  adalah sebuah gerakan agama sesat yang dimulai pada 1968 di Huntington Beach, California, Amerika Serikat. Gerakan ini adalah bagian dari Jesus Movement (Gerakan Yesus) pada akhir tahun 1960-an. Sebagian besar anggotanya berasal dari gerakan hippie, yaitu salah satu sekte dari banyak sekte pelaku seks bebas dan […] - [Komunis Mengepung Pemerintah](https://risalahmujahidin.com/komunis-mengepung-pemerintah/): Negara dalam bahaya, karena ada bahaya dalam Negara. Ungkapan ini, agaknya relevan dengan kondisi pemerintah Indonesia di bawah rezim Jokowi-JK. Risalah Mujahidin – BRIGJEN TNI (Purn) Adityawarman Thaha, masih jeli dan cermat mengamati kondisi Indonesia. Secara terus terang, dia menyatakan bahwa Indonesia kini di ambang bahaya komunis. “Komunis Gaya Baru (KGB) pada awalnya terjadi ketika era reformasi. Hingga kini, orang-orang komunis berhasil masuk dalam pemerintahan, di antaranya menduduki kursi DPR dan MPR RI,” kata mantan staf ahli Panglima TNI Brigjen TNI (Purn) Adityawarman Thaha dalam Pengajian Politik Islam (PPI) yang digelar di Masjid Agung Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada […] - [Sukses Berkarir Sebagai Ibu Rumah Tangga](https://risalahmujahidin.com/sukses-berkarir-sebagai-ibu-rumah-tangga/): Oleh Kholili Hasib Risalah Mujahidin – Bagi kebanyakan orang, kesuksesan masih diukur dari keberhasilan mencapai puncak jabatan di kantor, perusahaan, lembaga pemerintahan, dan lain-lainnya yang terkait dengan materi. Cara pandang duniawi ini menggeser dan meremehkan profesi ibu rumah tangga. Kita dapati misalnya, seorang Muslimah, ibu rumah tangga, berpendidikan tinggi merasa ‘rendah diri’ dan malu menjawab ketika temannya menanyakan profesinya. “Saya hanya seorang ibu rumah tangga.” Bangga dan Terhormat Bagi Muslimah yang telah menentukan pilihannya berprofesi sebagai ibu rumah tangga, seharusnya tidak perlu malu apalagi merasa rendah diri. Setinggi apapun gelar akademiknya, tetaplah karier sebagai ibu, tidak meruntuhkan kehormatannya. Kehormatan sejati […] - [Kesultanan Jogja Kini Tanpa Khalifah](https://risalahmujahidin.com/kesultanan-jogja-kini-tanpa-khalifah/): Oleh Agus Basri Risalah Mujahidin – Kisruh di keraton Ngayogyakarta Hadiningrat belum mereda. Keraton Kerajaan Mataram yang ada di Yogya, yang dikenal sebagai kota gudeg yang adem ayem dan ramah itu, seperti terendam tetapi terus mendidih. Dan sumber api panasnya justru dari dalam keraton sendiri, bukan luapan panas yang berasal dari Merapi. Sumbu pemanas, yang kemudian juga menyulut masyarakat Yogya berunjuk rasa dengan menggelar spanduk protes, itu bermula dari dua Sabdaraja Yogya, yang kini bergelar Ngarsa Dalem Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Sri Sultan Hamengku Bawono ingkang Jumeneng Kasepuluh Suryaning Mataram Senopati-ing-Ngalaga Langgeng ing Bawana, Langgeng, Langgeng ing Tata Panatagama. Gelar […] - [Gagasan Qiraat Nusantara Upaya Menyusupkan Paham Kemal Ataturk](https://risalahmujahidin.com/gagasan-qiraat-nusantara-upaya-menyusupkan-paham-kemal-ataturk/): Risalah Mujahidin – Alunan suara tilawah ayat-ayat suci Al-Qur`an itu terasa asing di telinga, bahkan untuk orang Indonesia, juga umumnya bagi orang Jawa sekalipun. Tak terbayangkan bagaimana telinga pendengaran para duta besar dari negara-negara Timur Tengah. Tak mengherankan Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nurwahid tampak mengernyitkan dahi, seakan sulit mencerna dengan hati dan perasaan bahkan sebagai santri asal Klaten yang lama belajar di Arab. Sementara Presiden Jokowi dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bin Saifuddin Zuhri tampak khusyuk mendengarkan. Inilah pemandangan yang tidak biasa pada acara peringatan Isra’ Mi’raj di Istana Negara pada Jumat kalender 15 Mei 2015 lalu. Adalah qari […] - [Risalah Mujahidin Edisi 37: Parade Tauhid; Saksikan Kamilah Pembela Agama Allah](https://risalahmujahidin.com/parade-tauhid-saksikan-kamilah-pembela-agama-allah/): Pada Sabtu pagi yang cerah di pertengahan bulan Mei 2015, seratus ribu lebih umat Islam, mengenakan pakaian putih, kumpulan dari berbagai elemen ormas Islam, bagai ular raksasa berjalan kaki beriringan di jalan Slamet Riyadi, jalan utama kota Solo, Jawa Tengah. Mereka menyambut seruan mengikuti Parade Tauhid, yang diorganisir oleh Dewan Syariah Kota Surakarta bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Solo Raya. Risalah Mujahidin – Puluhan ribu massa membawa berbagai atribut,mengibarkan slogan yang bertuliskan kalimat tauhid “Lailaha Illallah Muhammadurrasulullah”. Poster-poster bernada dakwah juga menghiasi lautan manusia Muslim tersebut. Mereka juga membacakan ayat suci Al-Qur`an dan sejumlah ulama menyampaikan tausiyah. Parade Tauhid, begitu […] - [Momok Radikalisme Menyandera Gerakan Islam](https://risalahmujahidin.com/momok-radikalisme-menyandera-gerakan-islam/): Radikalisme dalam pengertian politik, adalah orientasi politik yang menghendaki perubahan revolusioner dalam pemerintahan dan masyarakat menggunakan kekerasan dengan mengatasnamakan agama. Momok radikalisme, sebenarnya barang usang yang terus dipertahankan untuk membungkam suara kebenaran dan menyandera gerakan Islam. Risalah Mujahidin – Kata radikalis sebenarnya  telah berumur panjang, dengan pengertian dan pemahaman dari sudut  yang memandangnya. Sebagaimana telah diukirkan dalam sejarah bahwa tidak sedikit  sekumpulan orang atau segolongan kaum radikal bermaksud hendak mengganggu, mengobok-obok  tatanan kekuasaan atau kekuatan resmi yang sah  dengan keras. Untuk konteks Indonesia, bahkan jauh sebelum Republik Indonesia diproklamirkan, ada-ada saja gerakan yang distigmakan radikal, yang disebut-sebut hendak menggoyang tatanan […] - [Risalah Mujahidin Edisi 36: Wisata Jihad Mujahid Muda Indonesia](https://risalahmujahidin.com/risalah-mujahidin-edisi-36-wisata-jihad-mujahid-muda-indonesia/): Istilah jihad, barangkali satu di antara ajaran Islam yang paling ditakuti sekaligus disalahpahami oleh musuh-musuh Islam. Bahkan tidak jarang direkayasa, menjadi proyek Islamophobia untuk kepentingan politik kekuasaan. (Risalah Mujahidin) – AL-JIHAD, dalam bahasa Arab memiliki makna bahasa dan makna syar’i. Secara bahasa, jihad bermakna mengerahkan segala kemampuan dan tenaga, baik dengan perkataan maupun perbuatan. Sementara dalam pengertian syar’i, umumnya para fukaha mendefinisikan jihad sebagai upaya memerangi orang-orang kafir untuk membela agama Allah. (Fayruz Abadi, Kamus Al-Muhith) Pengertian inilah yang dipahami oleh para ulama berdasarkan dalil Al-Qur`an dan Hadits, termasuk yang dipahami oleh ulama-ulama mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, Hambali, seperti yang […] - [Al-Hadits: Reward Pahala Bagi Para Shalihin](https://risalahmujahidin.com/al-hadits-reward-pahala-bagi-para-shalihin/): Oleh Al Ustadz Muhammad Thalib Risalah Mujahidin – Dari Abu Hurairah ujarnya, Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Allah telah berfirman: « أَعْدَدْتُ لِعِبَادِيَ الصَّالِحِينَ مَا لا عَيْنٌ رَأَتْ ، وَلا أُذُنٌ سَمِعَتْ ، وَلا خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ » “Aku telah menyiapkan untuk para hamba-Ku yang shalih balasan atas amal shalihnya dengan sesuatu yang tak pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga dan terbayangkan dalam hati manusia.” [HR. Bukhari, Muslim, At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad] Allah Swt telah menjanjikan kepada hamba-Nya yang beramal shalih semata-mata demi mencari keridhaan-Nya, sehingga tidak pernah merasa jemu melaksanakan perintah Allah seberat apapun, dan […] - [Al Hadits: Berbuat Baik Demi Keuntungan Dunia](https://risalahmujahidin.com/al-hadits-berbuat-baik-demi-keuntungan-dunia/): Oleh Al Ustadz Muhammad Thalib Risalah Mujahidin – Niat dan motivasi amal sangatlah penting. Perbuatan manusia terdiri dari niat di dalam hati, ucapan, dan tindakan. Diterima atau ditolak-Nya suatu amal ditentukan oleh niat. Bila niatnya baik maka baik pula nilai amalnya, dan bila niatnya jelek maka nilai amalnya pun menjadi jelek. Ibarat kata, di dunia ini banyak ditemukan pasar, tempat orang mengais kesuksesan di dunia. Ada pula pasar-pasar akhirat, tempat menaburkan benih-benih pahala. Apabila seseorang berbuat baik dengan niat untuk meraih keuntungan dunia semata, maka amalnya hanyalah sia-sia belaka. Karenanya tidak layak bila kesibukan mewujudkan sukses di dunia, melalaikan Anda dari […] - [Diaspora Syi’ah Dunia](https://risalahmujahidin.com/diaspora-syiah-dunia/): Risalah Mujahidin – Pasca revolusi Syi’ah Iran, ambisi Khomeini menjadikan negara Iran sebagai basis utama membentuk poros ‘Diaspora Syi’ah Dunia’ mulai menuai hasilnya. Pada tahun 1981, dua tahum setelah revolusi yang dipimpinnya, Khomeini menengarai bahwa revolusi Iran telah berhasil memikat perhatian dunia, maka tidak lagi diperlukan propaganda-propaganda. Hal yang mendesak dilakukan adalah penguatan penetrasi  ke dalam pemerintahan di seluruh dunia. Perembesan budaya-budaya Syi’ah, program-program kemanusiaan, HAM dan demokratisasi melalui hubungan bilateral Iran terus-menerus harus digencarkan, sehingga masyarakat umum memberikan simpati dan dukungan kepada Iran dan kaum Syi’ah. Pada saatnya nanti, mereka sendirilah yang akan mengambil alih kekuasaan pemerintahan dengan dukungan rakyat, […] - [Syi’ah Menebar Jala Syahwat](https://risalahmujahidin.com/syiah-menebar-jala-syahwat/): Risalah Mujahidin – Syi’ah dan mut’ah adalah kesatuan tak terpisahkan laksana kendaraan dengan bahan bakarnya. Mustahil menjadi pengabdi Syi’ah tanpa ada praktek mut’ah (kawin kontrak). Dalam kitab Syi’ah, Tafsir Manhaj Ash Shadiqin 2/489, salah seorang imam mereka mengatakan, “Barangsiapa yang keluar dari dunia (wafat) dan dia tidak nikah mut’ah, maka dia datang pada hari kiamat sedangkan kemaluannya terpotong.” Bagi penganut Syi’ah tentu ini menjadi cambuk luar biasa untuk berlomba-lomba melakukan mut’ah sesering mungkin, bila tak ingin  datang pada hari kiamat tanpa testis kemaluan. Dilain sisi, mut’ah tentu oleh para rahib Syi’ah dijadikan dagangan dengan pesona syahwat yang dapat memikat mereka […] - [Al Hadits: Gembira Menyambut Kematian](https://risalahmujahidin.com/al-hadits-gembira-menyambut-kematian/): Oleh Al Ustadz Muhammad Thalib Risalah Mujahidin – Setiap manusia pasti mati. Namun, sekalipun kematian itu pasti menimpa setiap yang bernyawa, tapi dia tetap misteri. Kapan datangnya, dan dalam kondisi bagaimana seseorang saat maut tiba, tak ada yang tahu. Maka bergembiralah, wahai mukmin menemui kematian kematian, karena engkau akan bertemu dengan-Nya di akhirat. Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, Allah Ta’ala berfirman: إِذَا أَحَبَّ عَبْدِي لِقَائِي أَحْبَبْتُ لِقَاءَهُ وَإِذَا كَرِهَ لِقَائِي كَرِهْتُ لِقَاءَهُ. “Bila hamba-Ku senang bertemu dengan Aku, maka Aku juga senang bertemu dengannya. Bila hamba-Ku tidak senang bertemu dengan Aku, maka Aku pun tidak senang bertemu dengannya.” […] - [Iftitah Risalah Mujahidin Edisi 35: ISIS Mujahid atau Teroris](https://risalahmujahidin.com/iftitah-risalah-mujahidin-edisi-35-isis-mujahid-atau-teroris/): Risalah Mujahidin – Halusinasi bahaya ISIS di Indonesia, telah menyedot perhatian publik secara masif. ISIS diposisikan sebagai ancaman berbahaya melebihi bahaya komunis dan Syi’ah. Seperti kasus terorisme yang selalu distigmatisasikan dengan gerakan Islam, begitu pun ISIS, yang sebenarnya rekayasa Amerika. Sejatinya, Amerika menargetkan Islam sebagai musuh utama, tetapi tidak secara langsung berhadapan dengan Islam. Mereka terkesan membenci ISIS, padahal yang dibenci adalah penegakan syariat Islam dan Khilafah Islamiyah yang dijadikan ikon perjuangan ISIS. Untuk apa Amerika melakukan hal itu? Agar yang menolak syariat Islam tidak hanya orang kafir, tapi juga orang Islam sendiri, karena ternyata cita-cita penegakan syariah Islam dan […] - [Risalah Mujahidin Edisi 35: ISIS Mujahid atau Teroris](https://risalahmujahidin.com/risalah-mujahidin-edisi-35-isis-mujahid-atau-teroris/): Nama ISIS tiba-tiba menggumpal menjadi gerakan transnasional yang menakutkan. Tidak hanya tangguh melibas ratusan tentara Irak dengan berani. Tapi juga sadisme yang diunggah di situs youtube.com. Selain menerapkan hukuman mati massal terhadap para tawanan, mereka juga melakukan pembantaian jalanan terhadap penduduk sipil. Bahkan, milisi radikal pimpinan Abu Bakar al-Baghdadi ini berencana akan menyerang ibu kota Vatikan, Roma, dan mengajak umat Muslim migrasi ke sana. “Selama ini kaum Muslim telah menjadi sasaran pembunuhan di seluruh dunia, dimulai dari Tiongkok hingga Indonesia,” kata mereka. Sehingga pemerintahan Jokowi-JK secara tak proporsional memosisikan ISIS sebagai ancaman berbahaya melebihi Komunis, Syi’ah, Sepilis dan aliran sesat […] - [Kongres Umat Islam Tidak Satu](https://risalahmujahidin.com/kongres-umat-islam-tidak-satu/): Risalah Mujahidin – GELARAN Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-6 dengan meriah akhirnya ditutup oleh Presiden Joko Widodo pada 11 Februari lalu dengan menghasilkan rumusan yang disebut “Risalah Yogyakarta.” Kongres Umat Islam berhasil merumuskan paradigma baru kekuatan Islam yang dikehendaki untuk menjemput zaman di masa kekinian yang kontekstual. Sebuah upaya unjuk kekuatan model lama yang digejolakkan dengan kata-kata: “Risalah Yogyakarta” . Kata risalah mengingatkan pada buku “Risalah Sidang BPUPKI – PPKI 28 Mei 1945 – 22 Agustus 1945” yang diterbitkan Sekretariat Negara RI, 1995, dan juga Tabloid “Ar-Risalah” yang pernah terbit di Yogyakarta yang kemudian diberangus pemerintahan Presiden Soeharto pada dekade 1980-an. […] - [Kongres Umat Islam Indonesia IV Yogyakarta Abaikan Harapan Ummat](https://risalahmujahidin.com/kongres-umat-islam-indonesia-iv-yogyakarta-abaikan-harapan-ummat/): Fenomena marginalisasi umat Islam, nampaknya menjadi perhatian Majelis Ulama Indonesia (MUI). Pemilihan tema Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VI, “Penguatan Peran Politik, Ekonomi, dan Sosial Buadaya Umat Islam untuk Indonesia yang Berkeadilan dan Berperadaban,” diakui oleh pengurus MUI, berangkat dari kegelisahan atas opini di masyarakat. Bila saat ini umat Islam tidak dapat berperan maksimal atau bahkan termarginalkan dalam sektor politik, ekonomi dan sosial budaya, maka melalui KUII VI ini MUI berharap umat Islam mampu memainkan peran tersebut secara optimal. Risalah Mujahidin – SERANGKAIAN pertanyaan yang senantiasa mengemuka, bagaimana mengoptimalkan peran umat Islam dalam meningkatkan kesejahteraan dan pembangunan bangsa? Majelis Ulama Indonesia […] - [Iftitah Risalah Mujahidin Edisi 34: Radikal Syi’ah Buat Onar](https://risalahmujahidin.com/iftitah-risalah-mujahidin-edisi-34-radikal-syiah-buat-onar/): Risalah Mujahidin – Negeri serba darurat, barangkali istilah yang tepat untuk menggambarkan Indonesia pasca seratus hari kekuasaan Presiden Joko Widodo. Kondisi darurat, artinya suatu kondisi yang serba sulit dan memerlukan penanggulangan segera guna menghindari bahaya yang lebih besar. Darurat korupsi, narkoba, miras, prostitusi, pornografi, kisruh politik dan sosial, di antara warna warni Indonesia yang secara faktual membawa dampak buruk bagi generasi muda serta mengancam masa depan NKRI. Konflik politik antara Polri vs KPK memperlihatkan hukum sedang dipermainkan justru oleh para penegak hukum. Sementara ancaman konflik horizontal yang dipicu radikal Syi’ah, kian memperparah keadaan. Syi’ah Ijabi pimpinan Jalaludin Rahmat, berafiliasi ke Syi’ah […] - [Risalah Mujahidin Edisi 34: Tony Abbot Guncang Harga Diri Rakyat Aceh](https://risalahmujahidin.com/risalah-mujahidin-edisi-34-tony-abbot-guncang-harga-diri-rakyat-aceh/): “Janganlah kalian sia-siakan derma kalian dengan cara mengungkit-ungkit dan berkata-kata yang menyakitkan hati penerimanya. Perbuatan demikian itu laksana orang yang mendermakan hartanya karena ingin pujian manusia, bukan karena beriman kepada Allah dan hari akhirat. Orang yang berderma semacam itu sama halnya dengan sebuah batu licin yang di atasnya terdapat pasir, kemudian ditimpa hujan lebat, lalu pasirnya hanyut sehingga batunya menjadi licin kembali. Orang yang berderma semacam itu tidak memperoleh manfaat sedikit pun dari derma yang mereka berikan. Allah tidak akan memberi hidayah kepada orang-orang yang mengingkari syari’at-Nya.” (Qs. Al-Baqarah [2]: 264) Risalah Mujahidin – Perdana Menteri Australia, Tony Abbott mengungkit-ungkit pemberian […] - [Kehebatan Istighfar](https://risalahmujahidin.com/kehebatan-istighfar/): Oleh Ustadz Ahmad Isrofiel Mardlatillah Dalam salah satu khutbahnya, Rasulullah Saw menasihatkan, “Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban dosamu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.” Risalah Mujahidin – ISTIGHFAR, memohon ampunan Allah Swt, merupakan solusi bagi problema kehidupan. Abdullah bin Abbas yang lebih dikenal dengan Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma pernah berkata: كان فيهم أمانان : النبي صلى الله عليه وسلم ، والاستغفار . فذهب النبي صلى الله عليه وسلم ، وبقي الاستغفار . “Di tengah kaum muslimin, ada dua alat pengaman, yaitu keberadaan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan istighfar. Tetapi sekarang, Nabi […] - [Tafsir Ayat Mengingkari Thagut](https://risalahmujahidin.com/tafsir-ayat-mengingkari-thagut/): Oleh Al-Ustadz Muhammad Thalib Amir Majelis Mujahidin Risalah Mujahidin – Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ ۖ فَمِنْهُم مَّنْ هَدَى اللَّهُ وَمِنْهُم مَّنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلَالَةُ ۚ فَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ “Kami telah mengutus seorang rasul kepada setiap umat dengan perintah, ‘Taatlah kepada Allah dan jauhilah segala kesyirikan.’ Di antara mereka ada yang Allah beri hidayah dan ada yang tetap sesat. Oleh karena itu, berkelanalah kalian di muka bumi, dan perhatikan bagaimana akibat buruk yang menimpa orang-orang yang mendustakan para rasul itu.” (Qs. An-Nahl [16]: 36) […] - [FPI Bukan Bumper Syi’ah](https://risalahmujahidin.com/fpi-bukan-bumper-syiah/): Risalah Mujahidin – FPI (Front Pembela Islam) pernah mengeluarkan statemen tentang kategorisasi Syi’ah, yang bagi banyak gerakan Islam terkesan membela sekte Syi’ah. Sehingga perlu dilakukan tabayun sebagai klarifikasi. Dalam dialog silaturahim dengan Majelis Mujahidin, 11 Juni 2013, Ketua FPI Habib Muhammad Rizieq bin Husain Shihab Asy-Syafi’i, menepis kesan di atas dan mempertegas sikap anti Syi’ahnya. Ia menjelaskan tentang tiga kategorisasi Syi’ah yang kontroversial itu. Pertama, Syi’ah Ghulat. Yaitu, Syi’ah yang menuhankan Ali bin Abi Thalib, atau meyakini Al-Qur’an sudah ditahrif (dirubah). Syi’ah golongan ini adalah kafir dan wajib diperangi. Kedua, Syi’ah Rafidhah, yaitu Syi’ah yang tidak berkeyakinan seperti ghulat, tapi melakukan […] - [Zionisme dan Penghapusan Agama](https://risalahmujahidin.com/zionisme-dan-penghapusan-agama/): Oleh: Prof KH Ali Musthafa Ya’qub “Ketika kita sudah menguasai dunia, kita tidak akan membolehkan adanya satu agama pun kecuali agama kita. Oleh karenanya, kita wajib menggoyahkan sendi-sendi keimanan dan hasil sementara usaha kita ini adalah munculnya kaum ateis.” Risalah Mujahidin – Kalimat tersebut dikutip dari Protokol Zionisme no. 14. Protokol Zionisme ini merupakan keputusan kongres intelektual Yahudi sedunia pada 1897 di Kota Basel, Swiss. Dokumen rahasia Zionisme berbahasa Ibrani itu dicuri oleh seorang perempuan Perancis dan sampai ke Rusia. Selanjutnya, dokumen itu diterjemahkan dan diterbitkan dalam bahasa Rusia oleh Prof Nilus pada 1901. Kemudian, Protokol berisi 24 poin tersebut […] - [Al-Hadits: Menjenguk Allah](https://risalahmujahidin.com/al-hadits-menjenguk-allah/): Risalah Mujahidin – Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam, Allah Ta’ala berfirman di hari Kiamat: « يَا ابْنَ آدَمَ مَرِضْتُ فَلَمْ تَعُدْنِي . قَالَ : يَارَبِّ ،كَيْفَ أَعُودُكَ وَأَنْتَ رَبُّ الْعِزَّةِ ؟ فَيَقُولُ : أَمَاعَلِمْتَ أَنَّ عَبْدِي فُلانًا مَرِضَ فَلَمْ تَعُدْهُ ، وَلَوْ عُدْتَهُ لَوَجَدْتَنِي عِنْدَهُ ؟ وَيَقُولُ : يَا ابْنَ آدَمَ ، اسْتَطْعَمْتُكَ فَلَمْ تُطْعِمْنِي . فَيَقُولُ : كَيْفَ أُطْعِمُكَ وَأَنْتَ رَبُّ الْعِزَّةِ ؟ فَيَقُولُ : أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ عَبْدِي فُلانًا اسْتَطْعَمَكَ فَلَمْ تُطْعِمْهُ ، أَمَاعَلِمْتَ أَنَّكَ لَوْ أَطْعَمْتَهُ لَوَجَدْتَ ذَلِكَ عِنْدِي ؟ وَيَقُولُ : يَا ابْنَ آدَمَ اسْتَسْقَيْتُكَ فَلَمْ تَسْقِنِي . فَيَقُولُ : أَيْ رَبِّ […] - [Ustadz Bachtiar Nasir: Al-Qur’an Petunjuk Ilahy](https://risalahmujahidin.com/ustadz-bachtiar-nasir-al-quran-petunjuk-ilahy/): Pada Jum’at, 5 Desember 2014, Ustadz Bachtiar Nasir, menyampaikan Khutbah Jum’at di hadapan ribuan jama’ah Masjid Istiqlal, Jakarta. Dalam khutbah bertema “Al Qur’an Petunjuk Allah yang Sesungguhnya,” Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) ini menjelaskan, bahwa kian masifnya upaya Kristenisasi dan ambisi kaum liberal yang hendak memarginalkan Islam secara konstitusional cukup meresahkan pemeluk agama mayoritas muslim negeri ini. Khatib menengarai, bagi rakyat beragama, kondisi Indonesia kini kian sekuler, dengan merajalelanya kemaksiatan, korupsi, narkoba, free seks dan lain-lain. Tapi bagi kaum sekuler, kondisi Indonesia justru terlalu agamis sehingga harus dilakukan sekularisasi konstitusional. Bahkan Pancasila pun dianggap terlalu dekat dengan […] - [Polisi Beraksi KPK Jadi Korban](https://risalahmujahidin.com/polisi-beraksi-kpk-jadi-korban/): Risalah Mujahidin – Aksi premanisme Polri menangkap Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto bisa membahayakan negara. Bambang ditangkap oleh pasukan pemburu Bareskrim Mabes Polri, Jum’at 23 Januari 2015, meniru gaya Densus 88 memburu teroris. Wakil Ketua KPK itu ditangkap di hadapan anaknya saat mengantar ke sekolah dengan kedua tangan diborgol. Menurut Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Ronny F Sompie, Bambang ditahan terkait kasus dugaan menyuruh memberikan kesaksian palsu. Bambang diduga melakukan tindakan itu saat menjadi kuasa hukum perkara sengketa pemilihan Bupati Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, pada 2010. “Kejadian di Mahkamah Konstitusi,” ujar Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Ronny […] - [Nasehat Lebay Presiden Jokowi](https://risalahmujahidin.com/nasehat-lebay-presiden-jokowi/): Risalah Mujahidin – Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw telah menjadi tradisi nasional, yang diselenggarakan setiap tahun oleh pemerintah. Tahun ini, resepsi seremonial maulid Nabi Saw, 12 Rabi’ul Ula 1436 H bertepatan dengan 3 Januari 2015 M, diperingati dua kali oleh Presiden Joko Widodo. Pertama, peringatan Maulid Nabi Saw di Istana Negara. Pada Jumat (2/1/2015) malam, Presiden menggelar acara peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw di Istana Negara. Dalam acara peringatan Maulid Nabi di Istana, Kepala Negara mengajak umat Islam khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya supaya meneladani gaya hidup Nabi Muhammad Saw. “Umat Islam Indonesia seharusnya meneladani sifat-sifat dari Nabi Muhammad Saw. Jika […] - [Al-Hadits: Carilah Tuhan Selain Allah](https://risalahmujahidin.com/al-hadits-carilah-tuhan-selain-allah/): Risalah Mujahidin – Dari Abu Hind Ad-Dari, dari Rasulullah Saw, sabdanya: Allah Tuhan yang Maha Perkasa dan Maha Tinggi kekuasaannya berfirman: « مَنْ لَمْ يَرْضَ بِقَضَائِي ، وَلَمْ يَصْبِرْ عَلَى بَلائِي ، فَلْيَلْتَمِسْ رَبًّا سِوَاي » . Siapa saja yang tidak rela menerima ketetapan-Ku (takdir-Ku) dan tidak sabar menghadapi ujian-ujian-Ku kepada dirinya, silahkan dia mencari Tuhan selain Aku. [HR. Ath-Thabrani dan Ibnu ‘Asakir] Hadits di atas sanadnya lemah, karena di dalamnya ada rawi bernama Said bin Ziyad, dan Faid bin Ziyad, dan mereka adalah rawi-rawi yang lemah. Sekalipun demikian, hadits ini isinya dapat diterima. Manusia, Allah uji dengan berbagai macam […] - [Wibawa Polwan Berjilbab](https://risalahmujahidin.com/wibawa-polwan-berjilbab/): “Wahai Nabi, perintahkanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri kaum mukmin untuk mengenakan jilbab, menutup bagian atas badan mereka dengan kain kerudung besar. Mengenakan jilbab itu membuat mereka lebih mudah dikenal sebagai perempuan shalihah dan tidak diganggu oleh laki-laki nakal. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepada semua makhluk-Nya”. (Qs. Al-Ahzab [33]: 59) Risalah Mujahidin – HINGGA dilengserkan sebagai Kepala Kepolisian Negara RI (Kapolri), Jenderal Polisi Sutarman belum juga menyetujui pemakaian jilbab di kalangan polisi wanita (Polwan). Menurutnya penggunaan jilbab akan berdampak pada perubahan peraturan dasar kepolisian. “Ini kami masih evaluasi, bukan tidak kami evaluasi, karena itu menjadi tuntutan masyarakat,” kata Sutarman kepada […] - [Iftitah Risalah Mujahidin Edisi 33: Tragedi Intoleransi 2015](https://risalahmujahidin.com/iftitah-risalah-mujahidin-edisi-33-tragedi-intoleransi-2015/): Risalahmujahidin.com – Tahun 2015, agaknya menjadi tahun intoleransi dan Islamophobia bagi hubungan Barat dan Islam. Intoleransi ditandai dengan peristiwa berdarah yang menimpa Charlie Hebdo, 7 Januari lalu. Dua pemuda pemberani, Syarif dan adiknya Said Kuwaisyi (Kouachi) mengeksekusi mati 12 redaktur majalah satir dan cabul Charlie Hebdo, karena menista Nabi Muhammad Saw melalui karikatur biadab. Barangkali benar, tidak ada manusia –baik semasa hidup maupun setelah matinya- yang mendapatkan teror paling dahsyat dari orang kafir, kecuali Nabi Muhammad Saw. Hadirnya sekitar 40 pemimpin Barat di tengah demo solidaritas warga Paris, 11 Januari 2015, membela para penista Nabi dan mengutuk eksekutor kartunis satir. Bersama […] - [Pendeta dan Setan](https://risalahmujahidin.com/pendeta-dan-setan/): Risalah Mujahidin – Dalam Fb beredar dialog pertemanan antara Kyai dan Pendeta, tapi tak disebutkan identitas keduanya. “Kyai, maaf-maaf kata nih, ternyata nama Nabi Isa lebih banyak disebut dalam Al-Qur’an ketimbang Nabi Muhammad,” kata Sang Pendeta memulai dialog. “Lalu, masalah buat sampeyan?” jawab Kyai sambil menyerup kopi. “Oh tidak, justru itu masalah buat Kyai.” “Masalahnya apa?” “Itu membuktikan bahwa Al-Qur’an sendiri menempatkan Yesus lebih terhormat dari Nabi Muhammad. Aneh ya, dalam kitab sucinya sendiri, namanya disebut lebih sedikit,” jelas Pendeta yang merasa menang dalam perdebatan itu “Itu cara pandang sampeyan. Bagi Ane dan kaum Muslimin, tidak begitu,” kata Kyai sambil bersandar […] - [Risalah Mujahidin Edisi 33: Islamophobia Bukti Kristenisasi Gagal](https://risalahmujahidin.com/risalah-mujahidin-edisi-33-islamophobia-bukti-kristenisasi-gagal/): Risalah Mujahidin – KRISTENISASI, dalam bahasa Arab disebut al-Tanshir, adalah sebuah gerakan keagamaan yang bersifat politis kolonialis. Muncul akibat kegagalan Perang Salib sebagai upaya penyebaran agama Kristen di negara-negara berkembang, terutama negara-negara Muslim. Tujuannya, selain untuk menguasai negara-negara tersebut secara politis dan ekonomis, juga dan yang paling terpenting adalah untuk memurtadkan, atau minimal menjauhkan umat Islam dari ajaran Islam. Namun, selama berabad-abad Kristenisasi terbukti misi yang gagal. Para misionaris Kristen, hanya berhasil melahirkan Islamophobia, yaitu menyebarkan rasa takut dan benci kepada Islam dan kaum Muslimin. Termasuk mendiskriminasi orang Islam, mengasingkan mereka dari kegiatan ekonomi, sosial dan kehidupan masyarakat. Kebencian terhadap […] - [Kartunis Charlie Hebdo Diazab Tembakan Maut](https://risalahmujahidin.com/kartunis-charlie-hebdo-diazab-tembakan-maut/): Dalih kebebasan berpendapat dan berekspresi dijadikan alasan pembenaran melecehkan Nabi Saw. dan merendahkan Islam. Karena itu, membela kemuliaan Islam dan kehormatan Nabi Muhammad Saw menjadi alasan yang sah dan shahih bagi Syarif dan Said Kouachi untuk mengeksekusi mati kartunis satir Charlie Hebdo. Aksi berani mati dua bersaudara itu untuk mengamalkan sabda Rasulullah Saw. Dari Ibnu Abbas, Rasulullah Saw bersabda, “Sebaik-baik manusia di masa munculnya fitnah terhadap Islam, yaitu seorang Muslim yang mengendarai kudanya lalu berjalan di belakang musuh-musuh Allah untuk meneror mereka dan mereka pun menerornya. Atau seorang Muslim yang mengasingkan dirinya ke gunung untuk menunaikan kewajibannya kepada Allah.” (HR. […] - [Risalah Mujahidin Edisi 32: Teror Syi’ah](https://risalahmujahidin.com/risalah-mujahidin-edisi-32-teror-syiah/): “Saya kira kelompok Syiah ‘tidak sebagus’ kelompok Ahmadiyah. Kita adalah sebuah kelompok keagamaan yang mendunia, jadi berbeda dengan kelompok Ahmadiyah yang menyambut pukulan yang mematikan itu dengan senyuman. Orang-orang Syiah tidak akan membiarkan tindakan kekerasan itu terus menerus terjadi. Karena untuk pengikut Syi’ah, mengorbankan darah dan mengalirkannya bersama darah Imam Husein adalah suatu kemuliaan. Saya tidak bermaksud mengancam ya tapi apakah kita harus memindahkan konflik Sunnah-Syiah dari Iraq ke Indonesia? Semua itu berpulang pada pemerintah.” Jalaluddin Rahkmat (Ketua Dewan Syura IJABI) Pada tahun 1981, pasca revolusi menumbangkan kekuasaan Syah Reza Pahlavi 11 Februari 1979, kedutaan Iran di Jakarta mengundang aktivis […] - [Safar Nisa’: Perempuan Muslimah Bepergian Sendiri](https://risalahmujahidin.com/safar-nisa-perempuan-muslimah-bepergian-sendiri/): Oleh Al-Ustadz Muhammad Thalib  Wanita tidak akan dimuliakan kecuali oleh orang yang mulia. Begitupun, wanita tidak akan direndahkan kecuali oleh mereka yang hina. Karena itu Nabi Saw berpesan kepada para suami agar senantiasa memperlakukan istrinya dengan baik, dan beliau pun mencela para suami yang memarahi istrinya, atau memperlakukannya dengan buruk. Risalah Mujahidin – Allah subhanahu wa ta’ala menganugerahkan tubuh dan fisik yang lebih perkasa pada pria. Namun, Allah juga menganugerahkan perasaan yang lebih kuat pada kaum wanita. Terbukti, betapa banyak kekuatan pria yang gagah perkasa dan pemberani, akhirnya takluk di hadapan kekuatan perasaan seorang wanita. Namun kini, para perempuan muslimah seringkali […] - [Risalah Mujahidin Edisi 31: Menteri Agama Melecehkan Agama](https://risalahmujahidin.com/risalah-mujahidin-edisi-31-menteri-agama-melecehkan-agama/): Oleh Ustadz Irfan S Awwas HASRAT memupuk hubungan yang harmonis, toleran, dan demokratis, acapkali menjadi alasan rasional bagi sebagian orang untuk bersikap inkonsisten menaati petunjuk Allah dan Rasul-Nya. Inkonsistensi itu misalnya, adanya orang Islam yang mengatakan, “negara kita bukan negara agama, maka jangan bawa-bawa agama dalam wilayah politik dan negara. Agama urusan pribadi sedang negara urusan publik.” Padahal, Islam memerintahkan supaya ajarannya dilaksanakan dalam segala urusan, kemudian menolak segala ajaran yang bertentangan dengannya. Hingga kini, masih ada kalangan muslim dan pemerhati aliran sesat di Indonesia yang salah paham, seolah sekte Syi’ah termasuk salah satu mazhab Islam. Sekalipun perbedaan antara Islam dan […] - [Bumi Jihad Syam Memanggil Kalian](https://risalahmujahidin.com/bumi-jihad-syam-memanggil-kalian/): Risalah Mujahidin – ALHAMDULILLAH, dengan pertolongan Allah kami berkesempatan melawat, melakukan ribath dan i’dad di bumi jihad Syam, bertepatan pada hari-hari i’tikaf Ramadhan 1435 H. Setelah perjalanan panjang, melewati perbatasan Turki-Syria, di antara pepohonan zaitun, di bawah intaian patroli tentara perbatasan, akhirnya para pimpinan Majelis Mujahidin sampai di tempat tujuan. Amir Majelis Mujahidin, Al-Ustadz Muhammad Thalib dalam desah kelelahan bergumam: “di usia tua seperti sekarang, saya justru mendapat kesempatan menginjakkan kaki di bumi yang diberkahi Allah, Asy-Syam. Dan yang membahagiakan, saya dapat menyaksikan gelora jihad rakyat negeri ini melawan kezaliman penguasa tirani, mulkan jabariyyan, pimpinan Bashar Asad.” Begitulah, selama lawatan di […] - [Indonesia Dalam Perspektif Konstitusi dan Kitab Suci](https://risalahmujahidin.com/indonesia-dalam-perspektif-konstitusi-dan-kitab-suci/): Oleh Ustadz Irfan S Awwas Risalah Mujahidin – SEKIRANYA sejarah berjalan lurus, maka problematika masa depan Indonesia tergantung sejauhmana bangsa Indonesia komitmen terhadap UUD 1945 dan Islam. Selama 68 tahun Indonesia merdeka dan enam kali ganti Presiden, terbukti tidak adanya komitmen terhadap dasar negara dan UUD ’45. Mayoritas rakyat Muslim seakan menelantarkan nasib negeri ini, dikendalikan orang-orang yang anti agama. Secara konstitusional, dinyatakan bahwa kemerdekaan negeri ini diraih atas berkat rahmat Allah yang Maha Kuasa. Pada alinea ketiga Preambule UUD 1945 tegas disebutkan: “Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, […] - [Presiden Joko Widodo di Kirab ke Istana Seperti Raja](https://risalahmujahidin.com/presiden-joko-widodo-di-kirab-ke-istana-seperti-raja/): Arak-arakan panjang mengular tiada henti, dan gegap-gempita suara-suara ratusan ribu rakyat yang mengiringi, membelah dan membahana langit Jakarta. Tergelar seperti menjadi karpet penghantar, yang dipersembahkan untuk: Jokowi, dan tentu juga untuk Muhamad Jusuf Kalla.  Risalah Mujahidin – SELURUH RAKYAT seperti tumpah begitu saja dan menjadikan jalan protokol sepanjang Sudirman dan MH. Thamrin menuju ke istana – tempat Presiden SBY menggelar karpet merah menyambut kedatangan Presiden Jokowi dan JK —  tak mampu menampungnya, bahkan yang di tepian dan di pinggirannya sekalipun. Namun, Presiden Joko Widodo telah mengantisipasinya dengan baik, menyambut relawan yang menjadi kawan seperjuangannya, yakni rakyat yang memilihnya maupun yang tak memilihnya. […] - [Melepas Agama Meraih Kekuasaan](https://risalahmujahidin.com/melepas-agama-meraih-kekuasaan/): Oleh Ustadz Irfan S Awwas Marginalisasi agama mayoritas, kini dilakukan secara konstitusional, sistimatis dan terbuka. Negara Indonesia yang meraih kemerdekaannya atas berkat rahmat Allah yang Mahakuasa, seperti termaktub dalam pembukaan UUD 1945, bagaikan taman yang indah tapi tanpa pagar pengaman. Sehingga siapapun dan apapun ideologinya, merasa mendapat momentum kebebasan untuk menista agama. Upaya memisahkan agama dari pemerintahan, melalui birokrasi kekuasaan, sudah lama berlangsung. Tapi, di bawah pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla yang dilantik pada 20 Oktober 2014, sebagai Presiden dan Wapres, dianggap momentum yang tepat untuk mendiskreditkan eksistensi agama. Dalam tulisan ini, penulis akan mengungkap fakta kebencian pada Islam yang ditunjukkan oknum pejabat […] - [Profil: Jenderal Haji Sir Hassanal Bolkiah Mu'izzaddin](https://risalahmujahidin.com/profil-jenderal-haji-sir-hassanal-bolkiah-muizzaddin/): Risalah Mujahidin – Jenderal Haji Sir Hassanal Bolkiah Mu’izzaddin, adalah Sultan ke-29 dan Yang Di-Pertuan Brunei Darussalam serta Perdana Menteri pertama Brunei Darussalam. Lahir 15 Juli 1946, sebagai putra sulung Omar Ali Saifuddin III, Sultan Brunei ke-28. Pada 1961 Hassanal Bolkiah diangkat menjadi putra mahkota, dan menjadi sultan pada 5 Oktober 1967. Kemudian pada 1 Agustus 1968 dinobatkan sebagai Raja, setelah ayahnya turun tahta secara sukarela. Sebagai Negara protektorat Inggris hingga 1984, Bolkiah mendapat gelar kehormatan ‘Sir’ dari Ratu Elizabeth II Britania Raya. Pendidikan Sultan mulai sekolah menengah utama di Lembaga Victoria Malaysia Kuala Lumpur. Kemudian melanjutkan pendidikan ke Royal Akademi Militer Sandhurst pada Oktober 1967, namun kembali ke Brunei untuk menjadi Putra Mahkota beberapa bulan sebelum kelulusannya. […] - [Menebar Kebajikan Menuai Kebahagiaan](https://risalahmujahidin.com/menebar-kebajikan-menuai-kebahagiaan/): Risalah Mujahidin – SETIAP selesai shalat Jum’at tiap pekannya, seorang Imam Masjid dan putranya, berumur 11 tahun, mempunyai jadwal membagikan buku–buku Islam, di antaranya buku at-thariq ilal jannah (jalan menuju surga). Mereka membagikannya di daerah mereka di pinggiran Kota Amsterdam, Belanda. Suatu hari, ketika kota tersebut diguyuri hujan yang sangat lebat dengan suhu yang sangat dingin. Sang anak pun mempersiapkan dirinya dengan memakai beberapa lapis pakaian demi mengurangi rasa dingin. Setelah selesai mempersiapkan diri, ia berkata kepada ayahnya: “Wahai ayahku, aku telah siap,”  Ayahnya menjawab: “Siap untuk apa?” Ia berkata: “Untuk membagikan buku (seperti biasanya).” Sang ayah pun berucap: “Suhu sangat […] - [Dilema Ahok Pimpin Jakarta](https://risalahmujahidin.com/dilema-ahok-pimpin-jakarta/): Basuki Tjahaja Purnama alias Zhong Wan Xie, atau terkenal dengan panggilan Ahok. Lahir dari keluarga keturunan Tionghoa-Indonesia, beragama Kristen, pada 29 Juni 1966, di Manggar, Belitung Timur. Ia berasal daei satu daerah dengan tokoh komunis Indonesia, DN Aidit. Mengawali karir politiknya di Partai Perhimpunan Indonesia Baru (PPIB) yang didirikan alm. Syahrir. Melalui parpol PPIB inilah Ahok bisa menjabat anggota DPRD Belitung Timur untuk masa bakti 2004-2009. Belum berakhir masa jabatan sebagai legislator, Ahok mencalonkan diri menjadi Bupati Belitung dan terpilih kurun 2005-2010. Di awal kepemimpinannya, pemerintah Belitung Timur membebaskan biaya pendidikan sejak sekolah dasar hingga sekolah menengah atas negeri. Belasan siswa berprestasi dikirim […] - [Tentang Shalat Tasbih](https://risalahmujahidin.com/tentang-shalat-tasbih/): Oleh Al Ustadz Muhammad Thalib Risalah Mujahidin – Benarkah Shalat Tasbih itu ada tuntunannya dari Rasulullah Saw? Jawab: Shalat Tasbih, yaitu shalat sunah yang dilakukan untuk mengagungkan Allah dan mensucikan diri pelakuknya dari segala macam dosa atau perbuatan yang dimurkai oleh Allah. Dengan melakukan Shalat Tasbih, kita mohon kepada Allah, semua dosa yang pernah kita lakukan diampuni oleh Allah, dan diri kita bersih dari dosa-dosa masa lalu. Hadits yang berkenaan dengan Shalat Tasbih diriwayatkan oleh sahabat Abbas bin Abdul Muthalib, Fadhl bin Abbas, Abu Rafi’, Abdullah bin Amr, Abdullah bin Umar, Ali bin Abi Thalib, Ja’far bin Abi Thalib, Abdullah […] - [Masalah Zakat Profesi](https://risalahmujahidin.com/masalah-zakat-profesi/): Oleh Al Ustadz Muhammad Thalib Risalah Mujahidin – Apakah zakat profesi dan gaji bulanan termasuk ajaran Islam? Adakah zakat profesi di masa Rasulullah Saw. dan Khulafa’ur-Rasyidin? Jawab: Dalam membahas zakat profesi, kita harus membahas definisi profesi.  Makna profesi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah bidang pekerjaan yg dilandasi pendidikan keahlian (keterampilan, kejuruan, dsb) tertentu. Bila definisi ini yang digunakan, maka untuk menetapkan adanya zakat profesi perlu ada dalil yang tegas, atau contoh dari Rasulullah Saw. dan para Khulafaur Rasyidin. Pada masa itu, apakah hasil pekerjaan yang didasarkan pada keahlian tertentu dikenai zakat? Di masa Nabi Saw. sudah dikenal berbagai macam profesi […] - [Madrasah Umi: Menyiapkan Generasi Hafal Qur’an](https://risalahmujahidin.com/madrasah-umi-menyiapkan-generasi-hafal-quran/): Risalah Mujahidin – Suatu ketika, mungkin terbetik di hati para ibu, memiliki anak-anak yang shalih, cerdas otaknya, mulia akhlaknya dan kuat fisiknya. Setelah anak-anaknya berangkat dewasa, muncul keinginan yang lebih tinggi lagi. Keinginan memiliki anak, seorang sarjana ekonomi sekaligus ahli fiqih dan hafal Al-Qur’an. Seorang profesor di bidang tata Negara sekaligus ahli hadits dan hafal Al-Qur’an. Seorang doktor di bidang politik, ahli tafsir dan hafidz Al-Qur’an. Seorang panglima tentara, ahli strategi dan hafal Al-Qur’an. Bahkan keinginan seorang ibu memiliki anak calon presiden yang alim, shalih dan hafal Al-Qur’an, sehingga memerintah negerinya dengan adil dan beradab di bawah naungan Al-Qur’an dan […] - [Risalah Mujahidin Edisi 30: Mewaspadai Visi-Misi Pemerintahan Jokowi](https://risalahmujahidin.com/risalah-mujahidin-edisi-30-mewaspadai-visi-misi-pemerintahan-jokowi/): Oleh Djoko Trisnowidodo Tulisan ini tidak dimaksudkan sebagai sikap dukungan, sikap apriori ataupun sikap phobia terhadap idiologi Pancasila 1 Juni 1945 dan Trisakti. Akan tetapi lebih pada komitment konstitusional bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia terhadap Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Dalam tulisan berjudul “Jalan Perubahan Untuk Indonesia Yang Berdaulat, Mandiri dan Berkeperibadian, Visi, Misi, dan Program Aksi Jokowi-Jusuf Kalla 2014, Jakarta Mei 2014”. Jokowi-Yusuf Kalla yang baru saja dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI oleh MPR tanggal 20 Oktober 2014, adalah sosok yang meyakini bahwa ideologi Pancasila 1 Juni 1945 dan Trisakti merupakan penuntun, penggerak, […] - [Mewariskan Pahala atau Dosa Sebuah Pilihan](https://risalahmujahidin.com/mewariskan-pahala-atau-dosa-sebuah-pilihan/): Oleh Ustadz Ahmad Isrofiel Mardlatillah Risalah Mujahidin – Keyakinan terhadap adanya hari pembalasan kelak di akhirat, memotivasi orang mukmin terus-menerus berusaha berbuat baik selama hidupnya di dunia. Kemudian mewariskan kebaikan-kebaikan itu kepada orang lain, terutama keluarganya, agar dapat memperoleh pahala dari Allah atas segala usaha yang dilakukannya di dunia, sekalipun dia sendiri telah mati. Firman Allah: إِنَّمَا تُنذِرُ مَنِ اتَّبَعَ الذِّكْرَ وَخَشِيَ الرَّحْمَن بِالْغَيْبِ فَبَشِّرْهُ بِمَغْفِرَةٍ وَأَجْرٍ كَرِيمٍ (11) إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ وَكُلَّ شَيْءٍ أحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ (12) Wahai Muhammad, engkau hanya dapat memberikan ancaman kepada orang-orang yang mau mengikuti Al-Qur’an dan takut kepada Tuhan […] - [Bila Pengusaha Jadi Penguasa](https://risalahmujahidin.com/bila-pengusaha-jadi-penguasa/): Risalah Mujahidin – Belum genap sebulan, Jokowi dan Jusuf Kalla dilantik sebagai Presiden dan Wapres, menggantikan SBY-Budiono, kekuasaannya sudah mulai direcoki para taipan. Gonjang ganjing nomenklatur kabinetnya, pun kabarnya tidak lepas dari pengaruh angin topan para taipan itu. Kritik pedas datang dari mantan Menko Bidang Prekonomian, 1999-2000, Kwik Kian Gie. Pada acara ILC TVOne, Selasa 21 Oktober 2014, mendadak riuh saat Kwik Kian Gie, tanpa basa basi mempertanyakan kebenaran rumor dikuasainya Jokowi oleh 9 taipan (pebisnis bermodal kuat keturunan Tiongkok/memiliki jaringan bisnis di Hongkong/China). “Saya dengar kabar-kabar yang sudah meluas bahwa Jokowi dikendalikan oleh 9 taipan, orang-orang kaya yang mengendalikan, […] - [Iftitah Risalah Mujahidin Edisi 30: Risalah Mujahidin Bangkit](https://risalahmujahidin.com/iftitah-risalah-mujahidin-edisi-30-risalah-mujahidin-bangkit/): Risalah Mujahidin – ALHMDULILLAH, Risalah Mujahidin muncul lagi di hadapan pembaca, setelah mengalami tidur panjang selama 5,5 tahun, sejak majalah kita terbit terakhir, Muharam 1430 H/ Desember 2009 M. Ada dua peristiwa penting menandai bangkitnya majalah kita ini. Pertama, tentu saja datangnya Tahun Baru Islam, 1 Muharam 1436 H bertepatan dengan tanggal 24 Oktober 2014 M. Untuk itu, bijaksana manakala kita introspeksi diri (muhasabah fardiah) atas masa-masa yang telah berlalu dalam kehidupan kita, dan harapan bagi masa depan. Firman Allah Swt: “Wahai orang-orang mukmin, taatlah kepada Allah. Hendaklah setiap orang menyiapkan diri untuk kehidupan akhiratnya. Taatlah kepada Allah. Allah Maha […] - [Alhmdulillah, Majalah Risalah Mujahidin Terbit Lagi! Dapatkan segera!; “Jihad Lisan Melalui Media”](https://risalahmujahidin.com/alhmdulillah-majalah-risalah-mujahidin-terbit-lagi-dapatkan-segera-jihad-lisan-melalui-media/): Jihad lisan dan tulisan lebih efektif menangkis serangan lawan melalui ghazwul fikri. Jika seseorang dapat dikalahkan secara argumentatif, maka dia akan mengalami kelumpuhan intelektual dan juga fisik. Maka sebelum mengeritik Kabinet Kerja pemerintahan Jokowi-JK, haruslah dipahami bahaya visi dan misi pemerintahannya; yang berlandaskan Pancasila 1 Juni, berbeda dengan Pancasila versi konstitusi NKRI. Plt Gubernur DKI, Ahok mengatakan: “Dalam bernegara ayat konstitusi harus diutamakan daripada ayat-ayat kitab suci.” Tokoh Syiah, Jalaludin Rakhmat bilang: “Gedung parlemen kok seperti pesantren. Karena itu, jangan bawa-bawa agama dalam urusan negara dan atau politik”. Sedangkan komisioner HAM, Natalius Pigai mengatakan: “Bangsa Indonesia multi minoritas, bukan mayoritas […] - [Risalah Mujahidin Edisi 07: Siapa Broker Terorisme di Indonesia](https://risalahmujahidin.com/risalah-mujahidin-edisi-07-siapa-broker-terorisme-di-indonesia/): Kepolisian Indonesia mengaku memberi bantuan dana pada keluarga terpidana teroris. Mengapa mereka tidak dibebaskan saja agar tidak menjadi beban negara? Risalah Mujahidin – GLOBALISASI tata keamanan berdasarkan kepentingan dan tafsir politik Amerika, telah memunculkan ajang bisnis baru, yang terbentuk dan dipertahankan bukan saja lewat proses-proses politik, tetapi secara mendasar melalui dinamika sebuah pasaran baru, yaitu industri terorisme. Tidak mengherankan, bisnis baru ini telah memberi berkah bagi banyak orang, banyak negara, dan tentu saja bagi mereka yang menjual keahlian dan harga diri dengan menjadi komprador Amerika Serikat. Kepolisian Indonesia, adalah lembaga keamanan yang paling banyak meraup untung dari bisnis ini. Barangkali, dari […] - [Risalah Mujahidin Edisi 02: Intervensi Vatikan dan Gereja Menyulut Disintegrasi](https://risalahmujahidin.com/risalah-mujahidin-edisi-02-intervensi-vatikan-dan-gereja-menyulut-disintegrasi/): Risalah Mujahidin – SIMPATI dunia mengalir deras pada derita korban ledakan menara WTC (2001) dan bom Bali (2002) termasuk bantuan dana para keluarga korban. Tapi mengapa pembantaian sadis dan biadab terhadap komunitas Muslim Poso. Khususnya warga Pesantren Walisongo. Desa Sintuwulemba, Kecamatan Lage, simpati justru diberikan pada Tibo cs, sang jagal umat Islam. Mereka yang selama ini memposisikan dirinya sebagai pejuang HAM dan demokrasi, sebagai penganut Agama Kasih, ternyata memperlihatkan wajah aslinya yang memihak kepada perbuatan barbar, keji dan sadistis. Mereka memposisikan Tibo dkk seolah-olah sebagai korban kesesatan hukum, korban kesesatan peradilan, sehingga dengan lantang meneriakkan penolakan eksekusi mati atas Tibo dkk. Apakah […] ## Pages - [Arsip Risalah Mujahidin](https://risalahmujahidin.com/arsip-risalah-mujahidin/): Arsip Majalah Risalah Mujahidin per Edisi - [Index](https://risalahmujahidin.com/index/) - [Kontak Redaksi](https://risalahmujahidin.com/kontak-redaksi/): Redaksi Risalah Mujahidin Alamat: Jl. Karanglo No. 94, Kotagede, Yogyakarta. Indonesia. Email: risalahmujahidin@yahoo.com / ltmm@majelismujahidin.com No Telp/Fax: (0274) 451665 [CONTACT_FORM_TO_EMAIL id=”2″] - [Keagenan](https://risalahmujahidin.com/keagenan/): UNTUK MENJADI AGEN: SMS (nama), (alamat), (no hp), (jumlah RM yang mau di order) Kirimkan ke: (0853) 2688 1993 / (0812) 2767 3322 Atau telepn bagian pemasaran Sarjono Alharun, (0812) 2767 3322 Joli Putra, (0853) 2688 1993 ## Optional - [Agent (MCP protocol)](websites-agents.hostinger.com/risalahmujahidin.com/mcp) [comment]: # (Generated by Hostinger Tools Plugin)